Polyethylene adalah jenis plastik paling umum dan digunakan dalam produk plastik sehari-hari. Polyethylene atau biasa disebut plastik PE merupakan bahan plastik yang fleksibel serta mudah dibentuk.

Hal inilah yang membuat plastik PP menjadi bahan plastik yang populer dan paling banyak diproduksi. Adapun contoh penggunaan plastik PP, antara lain kantong kresek, plastik produk makanan, mainan, hingga barang plastik yang fleksibel.

Untuk membantu Anda memahaminya, berikut artikel lebih lengkap apa itu polyethylene atau plastik PE, karakteristik, jenis, serta contoh pengaplikasiannya. Simak selengkapnya!

Apa itu polyethylene atau plastik PE?

Polyethylene adalah resis sintesis ringan dan serbaguna yang terbuat polimerisasi etilena. PE juga merupakan bagian dari produk termoplastik. Artinya bahan tersebut bisa dicairkan pada suhu panas dan bisa kembali menjadi padat saat didinginkan. Hal ini bisa terjadi berkali-kali lipat.

Bahan plastik ini memiliki sifat yang fleksibel, resistensi terhadap aliran listrik serta bahan kimia. Dikarenakan sifat elastisnya, PE juga dapat dibelah dan dipintal menjadi serat sintetis maupun dimodifikasi.

Hal inilah yang membuat plastik PE banyak digunakan untuk berbagai produk plastik di dunia. Bahkan pada tahun 2020, pasar global polietilena mencapai US$180 juta.

Karakteristik polyethylene

Dilansir Balai Diklat Industri Yogyakarta, berikut beberapa karakteristik polyethylene yang perlu Anda pahami, yakni:

  • Fleksibel, mudah untuk dibentuk dan memiliki daya rentang yang tinggi.
  • Penampakannya bervariasi, mulai dari transparan, berminyak, hingga keruh (translusid) tertanggung dari jenis resin dan pembuatannya.
  • Kedap terhadap air, gas, dan upas air.
  • Heat seal atau bisa dikelim dengan panas, sehingga dapat dimanfaatkan untuk laminasi dengan bahan lain dengan titik leleh 120 derajat celcius.
  • Dapat dicetak.
  • Tahan terhadap asam, basa, bahan kimia, alkohol dan deterjen.
  • Dapat dipergunakan untuk penyimpanan pada suhu -50 derajat celcius.
  • Transmisi gas tinggi, sehingga tidak dianjurkan untuk pengemasan bahan yang beraroma.
  • Tidak cocok digunakan untuk menyimpan bahan pangan yang berlemak.

Jenis-jenis polyethylene dan contoh kegunaannya

Terdapat empat jenis polyethylene, yakni High-Density Polyethylene (HDPE), Low-Density Polyethylene (LDPE), Linear Low-Density Polyethylene (LLDPE), dan Ultra High Molecular Weight Polyethylene (UHMWPE).

1.  High-Density Polyethylene (HDPE)

High-Density Polyethylene (HDPE) adalah jenis polyethylene dengan daya tahan terkuat, kekokohan tertinggi, tetapi fleksibilitas terendah. HDPE banyak digunakan di berbagai industri mulai dari pengemasan makanan maupun tekstil.

Keunggulan dari HDPE adalah mudah untuk didaur ulang dan bisa digunakan berulang kali. Adapun jenis plastik ini memiliki karakter yang keras, agak buram, dan tahan terhadap perubahan suhu, sehingga cocok digunakan untuk pembungkus makanan maupun minuman.

Adapun produk plastik yang menggunakan jenis HDPE biasanya memiliki kode 2 di bagian bawahnya. Berikut beberapa contoh penggunaan HDPE, antara lain:

  • Packaging: botol susu berwarna putih pucat, botol obat, botol sampo, botol detergen, tempat sabun, dan lainnya.
  • Peralatan rumah tangga: talenan, mainan anak, tempat sampah, icebox, dan sebagainya
  • Fiber dan tekstil: jaring untuk memancing, tali, kabel, pipa, dan lainnya.

2. Low-Density Polyethylene (LDPE)

Low-Density Polyethylene (LDPE) merupakan bahan plastik yang cukup fleksibel dan paling umum digunakan. Akan tetapi, jenis plastik ini memiliki daya tahan terhadap tusukan atau robekan lebih rendah.

Jenis plastik PE ini memiliki daya tahan yang cukup lama dan bisa digunakan berulang kali. Meski sebaiknya hanya digunakan sekali saja. Jenis plastik ini sulit dihancurkan, tapi mudah untuk didaur ulang, terutama dalam bentuk kakunya.

LDPE juga tahan terhadap kelembapan, perubahan cuaca, dan reaksi dengan bahan kimia, serta terhadap benturan. Biasanya, produk plastik LDPE memiliki kode 4 pada bagian bawah. Di bawah ini beberapa pengaplikasi LDPE, yakni:

  • Packaging: kantong plastik, botol, plastik wrapping untuk packing makanan, dan lainnya
  • Peralatan rumah tangga: mangkok, piring, mainan yang fleksibel, dan sebagainya
  • Pipa: selang dan lainnya
  • Fiber: kabel.

3. Linear Low-Density Polyethylene (LLDPE)

Linear Low-Density Polyethylene (LLDPE) adalah jenis plastik yang paling banyak digunakan dalam industri packaging. LLDPE lebih fleksibel dibanding jenis polyethylene lainnya.

Selain itu, LLDPE juga memiliki daya tahan yang tinggi terhadap robekan maupun tusukan, tahan terhadap air, dan cocok membungkus benda yang besar maupun berat.  Dengan begitu, LLDPE sesuai digunakan sebagai pembungkus plastik untuk melindungi produk selama proses pengiriman.

Plastik ini juga bisa di-print untuk meletakkan logo atau gambar berkualitas tinggi. Contoh dari pengaplikasiannya adalah pembungkus karpet, packing pakaian, makanan, maupun frozen food.

4. Ultra High Molecular Weight Polyethylene (UHMWPE)

Ultra High Molecular Weight Polyethylene (UHMWPE) adalah jenis polyethylene yang jarang digunakan di pasaran. UHMWPE bisa dipintal menjadi benang yang memiliki daya tarikan yang lebih tinggi dibandingkan baja.

Selain itu, UHMWPE memiliki massa molekul yang tinggi, rantai yang lurus panjang, sehingga menciptakan material yang kokoh serta kekuatan yang tinggi. UHMWPE tahan air dan reaksi kimia, kecuali asam pengoksidasi. Contoh penggunaan UHMWPE adalah pembuatan rompi anti peluru.

Kelebihan dan kekurangan polyethylene

Di bawah ini kelebihan dan kekurangan polyethylene yang perlu Anda pahami, antara lain:

●      Kelebihan polyethylene

Polyethylene memiliki tampilan, karakteristik, dan fungsi masing-masing tergantung jenisnya. Misalnya, plastik HDPE memiliki tampilan sedikit buram dan kekuatan rinnegan yang jauh lebih baik. Plastik ini cocok diolah untuk wadah deterjen cair maupun botol susu.

Plastik LDPE memiliki karakteristik jernih sangat sesuai digunakan untuk pembungkus makanan. Kemudian, plastik LLDPE yang tahan terhadap suhu tinggi dan rendah.

●      Kelemahan polyethylene

Polyethylene mudah terbakar dan memiliki ketahanan yang kurang baik terhadap radiasi sinar UV. Selain itu, plastik PE mudah menyusut lebih banyak untuk digunakan dalam produksi injeksi molding. Plastik PE juga cenderung terdegradasi bila terkena zat pengoksidasi dan hidrokarbon.

Jadi, polyethylene adalah jenis plastik termoplastik yang populer dan bisa diaplikasikan di berbagai produk. Sebagai produsen bahan plastik, PT Bumi Baru Plastik (BBP) Asia juga menempatkan polyethylene sebagai produk terbaiknya.

Kami juga menyediakan free sample plastik yang bisa Anda uji coba terlebih dahulu. Untuk informasi lebih lanjut hubungi kami di sini.