Blow moulding adalah salah satu teknik pencetakan dalam pembuatan plastik. Material yang satu ini memang sangat lekat dalam kehidupan sehari-hari, seperti peralatan rumah tangga, peralatan medis, infrastruktur, hingga produk otomotif. 

Adapun proses pembuatan plastik tersebut harus melalui beberapa tahapan. Biji plastik tersebut diolah sedemikian rupa hingga menjadi produk yang bisa Anda gunakan. Metode pengolahan yang dipilih juga tergantung dari jenis dan bentuk produk yang ingin dihasilkan.

Ada berbagai teknik pencetakan plastik, salah satunya adalah blow moulding. Metode ini cukup populer digunakan karena dapat menghasilkan produk yang berkualitas, hemat biaya, dan cocok digunakan untuk memproduksi secara massal.

Lantas, bagaimana proses pembuatan plastik menggunakan teknik blow moulding? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini. 

Apa itu blow moulding?

Blow moulding adalah salah satu teknik pencetakan pada bahan termoplastik untuk membuat produk plastik yang berongga, mulai dari botol minum, tangki bensin, hingga penutup listrik .

Proses ini melibatkan pemanasan biji plastik lalu dan pengembungan (dikenal dengan sebutan parison atau preform). Cetakan tersebut diletakkan di kedua sisi dan berbentuk produk yang diinginkan.

Udara dimasukkan untuk melebarkan plastik atau tabung dan membuat dinding plastik  menjadi lebih tipis sesuai dengan bentuk cetakannya. Setelah proses peniupan selesai, produk lalu didinginkan, dikeluarkan dari cetakan, dirapikan, dan masuk ke tahap finishing.  

Secara global, metode blow moulding digunakan 49% oleh produk pengemasan dan pembuatan botol. Setelahnya, diikuti oleh industri bangunan dan konstruksi, produk konsumen, serta transportasi.

Umumnya, teknik percetakan blow moulding digunakan untuk bahan plastik tertentu, antara lain polietilen (PE), polietilen tereftalat (PET), dan polipropilena (PP).

Sejarah blow moulding

Teknik pembuatan plastik blow moulding ini pada mulanya digunakan pada pembuatan produk kaca yang berongga sejak tahun 1800-an. Kaca tersebut dipanaskan sampai titik lelehnya, lalu ditiup melalui tabung dan membuat kaca tersebut mengembang. 

Pada tahun 1930-an, teknik ini dikembangkan ke dalam mesin komersial yang memungkinkan untuk membuat produksi botol secara massal. Sayangnya, bahan yang ada saat itu belum terlalu kuat, sehingga produk yang dihasilkan kurang baik. Selain itu, proses produksinya juga memerlukan waktu yang cukup lama.

Seiring ditemukannya low dan high density polyethylene, teknik blow molding mulai populer dan banyak digunakan di industri manufaktur plastik. 

Jenis-jenis blow moulding

Berikut ini jenis-jenis blow moulding dalam proses pembuatan plastik, antara lain:

  • Extrusion blow moulding

Extrusion blow moulding merupakan teknik pembuatan produk plastik yang paling umum digunakan. Metode ini melalui beberapa tahapan yakni:

  1. Biji plastik dipanaskan lalu membentuk parison, yaitu sepotong plastik berbentuk tabung vertikal yang bisa diisi dengan tekanan udara.
  2. Setelahnya, parison tersebut dibawa ke cetakan yang berada di kedua sisi.
  3. Pangarah lubang mengalirkan udara tinggi yang membuat parison menyesuaikan diri dengan bentuk cetakan.
  4. Cetakan didinginkan dan produk yang bersisa dipangkas hingga menghasilkan produk jadi.

Teknik ini digunakan untuk membuat produksi dengan ukuran besar maupun leher yang lebar, seperti botol sampo, botol susu, saluran otomotif, kaleng penyiram, hingga komponen industri lainya.

Adapun keuntungan metode ini adalah proses produksinya lebih cepat serta biayanya juga lebih rendah. Adapun keterbatasannya pada bagian berongga dan kekuatan materialnya yang rendah.

  • Injection blow moulding 

Injection blow moulding proses pembentukan plastik yang dikhususkan untuk memproduksi produk plastik berongga dengan ukuran dan leher yang relatif kecil. Berikut tahapan menggunakan metode injection blow moulding:

  1. Biji plastik yang telah dilelehkan diinjeksikan ke dalam cetakan menggunakan sekrup panjang.
  2. Plastik yang disuntik tersebut dicetak menjadi preform.
  3. Setelahnya, udara ditiupkan sehingga plastik mengembang dan menempel sesuai dengan bentuk cetakan.
  4. Cetakan didinginkan dan produk dikeluarkan dari cetakan.

Metode digunakan untuk memproduksi berbagai produk, seperti botol tetes, peralatan medis, botol pil, botol deodoran, dan lainnya. Keuntungan dari teknik ini adalah kemampuannya untuk menghasilkan ukuran dan leher botol dengan cetakan yang rumit dan akurat. Sayangnya, produk ini hanya cocok untuk memproduksi botol kecil.

  • Injection-stretch blow moulding

Injection-stretch blow moulding memiliki cara yang mirip dengan injection blow moulding. Bedanya mengikutsertakan tahapan peregangan parison. Metode ini melalui beberapa tahapan, antara lain:

  1. Resin plastik yang telah dilelehkan disuntikkan ke dalam mesin menggunakan sekrup panjang.
  2. Setelahnya, parison direnggangkan (stretch) sesuai dengan dimensi yang diperlukan.
  3. Udara ditiupkan dan mengembang sesuai dengan bentuk cetakan.
  4. Cetakan didinginkan dan produk dikeluarkan dari cetakan.

Teknik ini cocok untuk memproduksi produk yang memiliki sudut dan dinding dengan ketebalan merata. Metode ini biasanya digunakan untuk membuat produk plastik, seperti galon air, botol minuman bersoda, hingga toples.

Kelebihan blow moulding

Di bawah ini terdapat beberapa kelebihan menggunakan teknik blow moulding, antara lain:

1. Menghasilkan produk dengan bentuk yang sesuai

Kelebihan menggunakan metode blow moulding adalah dapat menghasilkan produk yang memiliki bentuk yang rumit dan sesuai dengan keinginan. Selain itu, produk yang dihasilkan juga dinding dengan ketebalan yang sama.

Misalnya, leher botol harus memiliki lekukan di bagian atas botol agar produk kedap air saat tutupnya terpasang. Metode blow moulding sangat sesuai untuk memproduksi barang tersebut.

2. Biaya produksi lebih rendah

Teknik blow moulding akan menghasilkan produk dengan kualitas tinggi dengan biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan jenis proses produksi plastik lainnya. Biaya produksi dan mesinnya relatif lebih murah, tergantung dari jenis blow moulding-nya.

3. Mengurangi flash

Penggunaan metode blow moulding dapat meminimalisir flash atau bulir kecil tetesan plastik yang menempel di sekitar permukaan produk. Munculnya bulir tersebut harus dihilangkan dengan cara mengamplas. Hal ini membutuhkan tahapan finishing tambahan yang membuat biaya produksi menjadi bertambah.