Tahukah Anda terdapat biji plastik daur ulang yang berbahan dasar dari limbah plastik? Perlu diketahui, biji plastik merupakan bahan utama pembuatan produk-produk berbahan plastik.

Biji plastik berbentuk butiran-butiran seperti pellet berwarna bening. Bahan tersebut dicampurkan dengan bahan kimia lainnya, dilebur, serta diolah dengan sejumlah metode teknik untuk menghasilkan produk plastik yang Anda gunakan saat ini.

Terdapat dua jenis biji plastik yang digunakan untuk pembuatan plastik, yakni biji plastik original dan biji plastik daur ulang. Kedua jenis bahan plastik tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masin.

Lantas, apa perbedaan biji plastik original dan biji plastik daur ulang? Apa saja kelebihan dan kekurangan dari biji plastik daur ulang? Simak penjelasannya berikut!

Apa itu biji plastik daur ulang?

Biji plastik daur ulang adalah salah satu bahan utama pembuatan produk berbahan dasar plastik yang berasal dari limbah plastik yang sudah terpakai. Sampah plastik tersebut dihancurkan menggunakan mesin pencacah dan diolah menjadi butir-butir plastik.

Ada berbagai jenis biji plastik daur ulang berdasarkan dari limbah plastiknya, seperti biji plastik Polypropylene (PP), Polyethylene (PE), Premature Ventricular Contractions (PVC), dan lain sebagainya.

Butiran tersebutlah diolah menjadi produk-produk berbahan plastik sehari-hari, seperti botol plastik, tempat wadah,kantong kresek, peralatan rumah tangga, hingga peralatan kantor.

Tak hanya itu, bahan tersebut juga digunakan di berbagai industri lainnya, seperti industri otomotif untuk interior dan eksterior mobil, industri tekstil menggunakan plastik untuk serat pakaian, peralatan medis, dan sebagainya.

Apa perbedaan biji plastik original dan biji plastik daur ulang?

Terdapat dua jenis bahan biji plastik, yakni biji plastik original dan biji plastik daur ulang. Perbedaan dari keduanya adalah terletak pada bahan dasar pembuatannya.

Biji plastik original adalah biji plastik yang berasal dari minyak bumi. Berbeda dengan biji plastik daur ulang yang dibuat dari limbah plastik. Bila dibandingkan dari segi kualitasnya, biji plastik original lebih tinggi dibanding biji plastik daur ulang karena menggunakan bahan baku baru.

Akan tetapi, biji plastik original memerlukan bahan baku sumber daya alam yang sangat banyak, dimana berpengaruh terhadap lingkungan. Lain halnya dengan biji plastik daur ulang yang lebih ramah lingkungan dan mampu meminimalisir limbah plastik.

Proses pembuatan biji plastik daur ulang

Berikut ini proses pembuatan biji plastik daur ulang dari limbah plastik, antara lain:

1. Pengumpulan limbah

Limbah plastik yang sudah tidak terpakai dikumpulkan dalam satu tempat, baik itu bekas bungkus kemasan, ember, mainan plastik, hingga peralatan rumah tangga.

2. Penyortiran

Setelahnya, sampah tersebut disortir dengan hati-hati dan dibebaskan sesuai dengan jenisnya. Mulai dari kode, warna, serta bagiannya. 

  • Berdasarkan kodenya

Terdapat 7 kode yang menunjukkan jenis plastik, yakni dengan Nomor 1 jenis Polyethylene Terephthalate (PET). Nomor 2 jenis High Density Polyethylene (HDPE). Nomor 3 jenis Polyvinyl Chloride (PVC). Nomor 4 jenis Low Density Polyethylene (LDPE). Nomor 5 jenis Polypropylene (PP). Nomor 6 jenis Polystryrene (PS). Nomor 7 untuk jenis plastik lainnya.

  • Berdasarkan warnanya

Pemisahan warna juga sangat pentingnya untuk menentukan harga jual biji plastik. Biasanya, plastik berwarna bening atau transparan memiliki nilai jual yang lebih tinggi ketimbang berwarna.

  • Bagian-bagian yang dipisahkan

Terdapat tiga bagian yang dipisahkan, yakni bagian tutup, label kemasan, serta badan botol. Plastik yang telah disortir lalu dikirim ke pabrik masing-masing untuk didaur ulang.

3. Pencacahan

Langkah selanjutnya dalam pembuatan biji plastik daur ulang adalah pencacahan. Plastik dicacah menjadi potongan kecil dengan ukuran 2,5cm – 3,5 cm sesuai dengan jenis plastiknya.  Penghancuran ini menggunakan mesin berteknologi maju melalui proses yang disebut aglomerasi.

Terdapat dua teknik pencacahan, yakni kering (tanpa air) dan cacah basah (menggunakan air). Teknik cacah basah juga sekaligus membersihkan sampah plastik secara langsung. 

2. Pencucian

Adapun proses pencucian ini ditentukan dari tingkat kotor plastik tersebut, yakni Grade A dan Grade B. Grade A merupakan plastik cacah dengan tingkat kontaminasi kotoran yang rendah. Proses pencucian dilakukan sebanyak 2 kali.

Sementara itu, Grade B dikhususkan untuk plastik cacah dengan tingkat kontaminasi tinggi, seperti minyak, oli, cairan infus, lemas, dan lainnya. Adapun proses pembilasan dilakukan sebanyak 3 kali.

4. Pengeringan

Plastik yang telah dicuci lalu dikeringkan. Terdapat dua cara yang bisa Anda lakukan, yakni menjemur menggunakan sinar matahari atau menggunakan oven (industri skala besar).

5. Ekstrusi

Plastik yang sudah dihancurkan tersebut dilelehkan atau dileburkan di suhu yang tinggi. Setelahnya, plastik yang meleleh tersebut didinginkan dan diolah menjadi pelet atau biji plastik daur ulang yang siap pakai.

Biji plastik daur ulang inilah yang menjadi bahan pembuatan produk plastik. Biji tersebut diolah melalui berbagai proses, seperti injection lodging, blow molding, dan sebagainya, sehingga terbentuk menjadi produk yang Anda gunakan sehari-hari.

Contoh penggunaan biji plastik daur ulang

Dilansir Tide Ocean Material, di bawah ini beberapa contoh penggunaan biji plastik daur ulang menjadi produk berbahan plastik.

1. Seri Maurice Lacroix Aikon #tide 

Sebuah produsen jam tangan dari Swiss, Maurice Lacroix menciptakan sebuah arloji bernama #tide. Adapun gesper jam tangan tersebut dibuat dari butiran plastik daur ulang.

2. Kacamata dari Planctons

Sebuah perusahaan Swiss, Planctons meluncurkan kacamata ramah lingkungan. Dimana gagang yang digunakan menggunakan plastik yang didaur ulang. 

Kelebihan biji plastik daur ulang

Di bawah ini beberapa kelebihan biji plastik daur ulang, yakni:

1. Menghemat sumber daya

Kelebihan yang pertama adalah menghemat penggunaan sumber daya alam atau baru, yaitu minyak bumi. Hal ini karena jenis biji plastik ini menggunakan bahan baku limbah plastik yang sudah ada, sehingga tidak menggunakan sumber daya alam baru.

2. Lingkungan menjadi lebih bersih

Pengolahan biji plastik dari limbah secara tidak langsung meminimalisir sampah dan membuat lingkungan menjadi lebih bersih. Dengan begitu, cara ini dapat menjaga ekosistem alam secara keseluruhan.

3. Harga lebih murah

Harga biji plastik daur ulang relatif lebih murah dibandingkan biji plastik original. Hal ini karena biji plastik daur ulang menggunakan bahan baku yang telah ada, proses produksinya lebih murah dan cepat dibanding biji plastik original.

4. Meminimalisir polusi

Jika sampah plastik berkurang, maka sampah yang tidak terurai juga turut menurun. Hal ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi polusi secara signifikan, baik di tanah, udara, maupun di lautan.

Kekurangan biji plastik daur ulang

Meski begitu, biji plastik daur ulang juga memiliki sejumlah kekurangan, antara lain:

  • Biji plastik daur ulang hanya bisa melalui satu tahap recycle, artinya tidak bisa didaur ulang kembali.
  • Struktur molekulnya lebih lemah karena sering diproses ulang.
  • Rentan terhadap zat lainnya yang bisa mengurangi kualitas

Teknologi terbaru dalam pengelolaan limbah plastik

Sebagaimana diketahui, sampah plastik membutuhkan waktu lebih lama untuk terurai. Diperkirakan hampir 8 juta ton limbah plastik dibuang ke laut setiap tahunnya. Tentu hal ini akan berbahaya jika tertelan oleh berbagai hewan laut bahkan dapat menyebabkan kematian.

Pengolahan limbah plastik menjadi biji plastik daur ulang menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi sampah plastik. PT Bumi Baru Plasti (BPP) Asia menjadi salah satu produsen biji plastik daur ulang di Indonesia.

Meski memiliki sejumlah kekurangan, Anda tidak perlu khawatir karena biji plastik daur ulang yang diolah oleh PT BPP Asia telah melalui berbagai tahapan yang ketat dan terjamin kualitasnya. Kami juga menyediakan free sample berbagai jenis biji plastik untuk berbagai kebutuhan industri. Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kontak kami di sini.