Bahan aditif plastik adalah bahan pendukung pada proses pembuatan produk plastik. Material ini ditambahkan untuk mendukung sifat dari plastik tersebut, seperti lentur, keras, dan lainnya.

Ada berbagai macam produk plastik yang dijumpai sehari-hari. Setiap produk plastik tersebut memiliki karakteristik atau sifat tersendiri. Misalnya, produk kemasan plastik lebih lentur, bumper mobil memiliki material plastik yang lebih keras, botol minum kemasan memiliki warna yang lebih transparan, dan lain sebagainya.

Seluruh produk plastik yang terbuat dari polimer tersebut dicampur dengan material pendukung yaitu aditif. Ada berbagai jenis aditif plastik tergantung dari kebutuhannya masing-masing.

Lalu, apa itu aditif plastik? Apa saja jenis aditif plastik? Apa keuntungan menggunakan aditif plastik? Simak penjelasan selengkapnya.

Apa itu bahan aditif plastik?

Bahan aditif plastik merupakan bahan pendukung yang ditambahkan pada proses pembuatan produk plastik. Bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk plastik dari berbagai segi. 

Material ini juga digunakan memodifikasi karakteristik polimer untuk meningkatkan kinerja plastik. Contoh, dibutuhkan plastik yang tahan bakar, maka ditambahkan aditif yang bisa membuat plastik jadi lebih tahan terhadap api. 

Jika digunakan dengan benar, bahan aditif plastik bisa meningkatkan umur produk plastik tersebut dan membuatnya menjadi lebih bersih dan mudah saat diproses. Bahan aditif plastik ini dapat berbentuk cairan, bubuk, pelet, atau ketiganya sekaligus.

Jenis-jenis aditif plastik

Di bawah ini jenis-jenis aditif plastik yang biasa digunakan, antara lain:

1. Impact modifiers

Impact modifiers digunakan untuk menambah kelenturan pada plastik. Dengan begitu, produk tidak mudah rusak, tahan terhadap benturan, maupun gesekan. Biasanya, bahan aditif plastik ini ditambahkan untuk material plastik yang cenderung rapuh maupun material yang kuat secara alami.

bahan plastik ini sangat cocok digunakan untuk produk yang rentan terhadap benturan. Adapun beberapa produk yang direkomendasikan menggunakan impact modifiers, seperti packaging film, barang elektronik, peralatan otomotif, produk rumah tangga, filter air, sepatu, gelar, dan lain sebagainya.

2. Plasticizer

Plasticizer merupakan bahan aditif plastik yang digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas dan keawetan plastik. Umumnya, bahan plastik ini berbentuk cairan yang tidak mudah menguap dan tidak berwarna.

Plasticizer dapat digunakan di berbagai material plastik. Akan tetapi, bahan aditif plastik ini lebih banyak digunakan untuk membuat produksi PVC menjadi lebih lentur. Selain itu, beberapa produk lainnya yang direkomendasikan, seperti isolasi kabel, alat kesehatan, hingga produk makanan.

3. Filler

Filler digunakan untuk meningkatkan kekuatan plastik dan menurunkan biaya material. Umumnya, bahan aditif plastik yang berbasis kalsium karbonat (CaCO3). Akan tetapi, dapat juga berbentuk lainnya, seperti talc, kaolin, calcium sulfate, silica, dan lainnya.

Bahan aditif ini digunakan untuk mengurangi biaya pada produk plastik film, tas belanja, dan tas PE. Filler juga dapat ditambahkan untuk memproduksi  kusen, panel plafon, pintu plastik, pipa PVC, kabel listrik, dan segala produk yang menggunakan injection molding. 

4. Lubricant

Lubricant atau pelumas merupakan bahan aditif plastik yang digunakan untuk mengurangi kerusakan pada permukaan yang bergesekan selama proses fabrikasi. Pada industri manufaktur, permasalahan gesekan berlebih ini sering terjadi pada proses transformasi.

Pelumas terbagi dua, yakni pelumas eksternal yang digunakan untuk mereduksi gesekan dan pelumas internal untuk mengurangi viskositas massal.

5. Flame retardant

Kebanyakan plastik sangat mudah terbakar karena struktur molekul rantai karbonnya. Oleh sebab itu, perlu adanya bahan aditif yang bisa meningkatkan produk lebih tahan api, yaitu flame retardant.

Bahan aditif plastik ini banyak digunakan pada peralatan konstruksi penting, komponen kelistrikan, maupun transportasi guna memenuhi standar keselamatan dari kebakaran. Material ini akan membuat lapisan pelindung pada permukaan. 

Flame retardant terbagi dalam dua kelompok, yakni senyawa organik dan inorganik. Senyawa organik, seperti dimetil metil fosfat, benzena, asam dibensil ester, dan lainnya. Sedangkan, senyawa anorganik, seperti aluminium hidroksida, magnesium hidroksida, fosfor merah, dan sebagainya.

6. Antistatic agent

Antistatic agent adalah bahan aditif plastik yang berguna mencegah penumpukan muatan aliran listrik pada permukaan. Selama pemrosesan, partikel-partikel plastik akan bergesekan satu sama lain dan membentuk gaya tarik elektrostatis. Hal inilah yang membuat debu menempel pada permukaan plastik, sehingga mengurangi transparansi dan estetika produk.

Dengan menambahkan aditif antistatic agent dapat membuat proses produksi  lebih aman dan efisien. Hal ini juga dapat meminimalisir debu yang menempel pada produk saat dipajang atau disimpan. Aditif yang satu ini biasanya digunakan pada produk elektronik, plastik film, hingga bagian kendaraan.

7.  Transparan aditif

Selama pemrosesan plastik menjadi produk, ada beberapa faktor yang dapat mengurangi kejernihan atau transparansi produk seperti penggunaan plastik daur ulang, bahan pengisi, dan lain sebagainya. Anda dapat mengatasi hal tersebut dengan menggunakan bahan aditif untuk meningkatkan transparansinya.

Selain itu, cara ini dapat digunakan untuk mengurangi biaya produksi, mengurangi waktu siklus, serta menghemat energi. Aditif plastik yang satu ini banyak digunakan di berbagai produk plastik, terutama untuk produk berbahan plastik PP dan plastik PE.

8. Anti-UV plastic additives

Sinar UV dapat memutus ikatan polimer pada plastik. Proses degradasi fotokimia ini juga dapat menyebabkan pengapuran, perubahan warna, maupun penurunan kualitas fisik polimer.

Untuk meminimalisir hal tersebut, Anda bisa menggunakan bahan aditif plastik anti-UV, salah satunya Hindering Amine Light Stabilizer (HALS). Bahan aditif ini sangat efektif untuk meredam cahaya pada sebagian besar polimer, sehingga produk dapat bertahan lama.

Baca Juga: Jenis Plastik PP (Polypropylene) 

Keuntungan menggunakan bahan aditif plastik

Berikut ini beberapa keuntungan menggunakan bahan aditif plastik, antara lain:

1. Aditif plastik membuat plastik lebih mudah diproses

Ada berbagai jenis plastik yang digunakan sehari-hari, mulai dari botol, kemasan makanan, peralatan kantor, dan lainnya. Setiap produk plastik memiliki cara yang berbeda untuk membentuknya.

Jenis plastik tertentu mungkin sulit diproses karena terlalu kental dan lengket saat meleleh. Bahan aditif pelumas dapat mengurangi viskositas dengan membuat lapisan tipis antara cetakan dan lelehan polimer. 

Selain itu, sebagian besar plastik dipanaskan pada suhu di atas 180 derajat celcius. Sayangnya, pada proses ini dapat merusak warna dan mengubah plastik. Hal ini dapat dicegah dengan menambahkan aditif antioksidan yang mampu melindungi plastik dalam kondisi tersebut.

2. Aditif plastik membuat produk terlihat lebih bagus

Warna dan bentuk menjadi salah satu modal utama untuk membuat produk plastik terlihat menarik. Agar permukaannya dapat dicat setelah dicetak, Anda bisa menambahkan aditif pigments sebelum atau selama proses percetakan.

Anda juga bisa menggunakan pigmen anorganik, seperti karbon hitam untuk membuat produk terlihat seperti buram atau tidak menyerap cahaya. Basanya ini digunakan pada berbagai produk, seperti botol obat, dashboard, pipa, dan lainnya.

3. Aditif plastik membuat produk lebih tahan lama dan hemat biaya

Secara tidak sadar, produk yang mengandung bahan aditif dapat menghemat biaya dan lebih tahan lama. Misalnya, terdapat dua barang rumah tangga yakni barang A menggunakan bahan aditif, tapi lebih mahal. Barang B tidak menggunakan bahan aditif tapi sedikit lebih murah.

Barang B yang tidak menggunakan aditif impact modifier akan mudah retak karena benturan. Selain itu, tidak adanya aditif flame radiants juga membuat produk tidak tahan api. Berbeda dengan bahan A yang menggunakan bahan aditif, sehingga tahan banting dan panas.

Secara tidak langsung, barang yang menggunakan bahan aditif lebih tahan lama dan hemat biaya karena Anda tidak perlu membeli produk secara terus menerus.

Bahan aditif pelumas memang lebih mahal dibanding bahan baku polimer. Meski begitu, hal ini sebanding karena Anda hanya perlu menggunakan bahan tersebut dalam jumlah kecil dan dapat meningkatkan kinerja produk.

Itulah tadi artikel mengenai bahan aditif plastik yang dapat membantu meningkatkan kinerja produk plastik. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda.