Bagi Anda yang penasaran apa itu polimer, simak artikel berikut sampai tuntas. Material satu ini sangat lekat dalam kehidupan sehari-hari untuk mendeskripsikan barang plastik. Sebut saja beberapa barang yang terbuat dari polimer, seperti alat elektronik, botol minum plastik, dan lainnya.

Mungkin, Anda sering menggunakan material ini tanpa disadari. Akan tetapi, tidak semua orang mengetahui detail dari bahan yang satu ini.

Agar Anda lebih memahaminya, simak artikel berikut ini mengenai apa itu polimer, struktur polimer, jenis polimer, serta contoh pengaplikasiannya. 

Apa itu polimer?

Polimer adalah material berbentuk molekul panjang berulang. Rantai panjang ini dihubungkan oleh ikatan kovalen yang dihasilkan dari proses polimerisasi. Ukuran molekul, keadaan fisik, serta strukturnya mempengaruhi sifatnya.

Beberapa polimer memiliki sifat yang keras dan kuat, seperti kaca dan epoksi. Ada pula dengan sifat lentur, seperti karet dan poliester.

Apa perbedaan polimer dan plastik?

Polimer dan plastik jelas memiliki hubungan di antara keduanya. Semua plastik adalah polimer, tapi tidak semua polimer adalah plastik. Artinya, plastik termasuk dalam jenis polimer tertentu dan dibuat secara sintetis.

Plastik merupakan nama umum yang diberikan pada sekelompok bahan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti nilon dan poliester yang digunakan dalam serat dan tekstil, polietilen digunakan dalam botol plastik, PVC yang digunakan dalam pipa ledeng, dan sebagainya. 

Sementara itu, polimer merupakan bahan yang terdiri dari molekul besar dengan banyak sub unit berulang. Polimer dapat dibentuk secara alami maupun sintetis. Contoh polimer alami, seperti wol, rami, karet alam, maupun selulosa. 

Struktur polimer

Struktur polimer dibentuk dari proses polimerisasi. Proses ini merupakan pembuatan polimer sintetis dengan mengombinasikan berbagai macam molekul kecil disebut monomer.   molekul-molekul kecil tersebut dikombinasikan hingga membentuk satu rangkaian molekul dengan ikatan kovalen.

Terdapat reaksi kimia dalam proses tersebut, seperti pemanasan atau tekanan yang dapat mengubah ikatan kimiawi yang menyatukan monomer tersebut. Proses ini menghasilkan struktur ikatan yang beragam, tergantung dari proses dan molekul dasarnya.

Rantai monomer dari hasil polimerisasi inilah yang disebut dengan makromolekul. Rantai ini mengandung ratusan hingga ribuan monomer.

Jenis-jenis polimer

Berikut ini beberapa jenis polimer tergantung dari kelompoknya, antara lain:

1. Berdasarkan asalnya

Berdasarkan kelompok asalnya, polimer terbagi ke dalam dua jenis, yakni polimer alami dan polimer sintetis.

  • Polimer alami

Polimer alami merupakan jenis polimer yang berasal dari organisme hidup dan ditemukan di alam. Kekurangan dari polimer alami adalah cepat rusak dan tidak tahan terhadap paparan kimia. 

Contoh polimer alami, seperti selulosa dalam kertas dan pohon,  pati dalam tanaman kentang dan jagung, protein dalam kuku dan rambut, wol dari bulu domba, sutra dari ulat sutra, karet alam, dan lainnya.

  • Polimer sintetis

polimer sintetis adalah polimer yang direkayasa sesuai dengan sifat-sifatnya, seperti tekanan dan suhu tinggi, elastisitas, maupun tahan terhadap kimia. Artinya, polimer sintetis dibuat oleh manusia dan dikembangkan untuk tujuan komersial.

Adapun contoh dari polimer sintetis, seperti polyethylene, nylon, polyester, silikon, slime, polystyrene, dan lain sebagainya.

2. Berdasarkan metode pembentukannya

Berikut jenis polimer berdasarkan metode pembentukan, antara lain:

  • Polimer adisi

Polimer adisi merupakan reaksi polimerisasi dari monomer dengan ikatan rangkap (ikatan tidak jenuh) dan bergabung dengan monomer lain untuk membuat ikatan tunggal (ikatan jenuh).

Biasanya, polimer adisi ini sama dengan plastik, seperti  polipropena, polietena, polivinil klorida, teflon, dan lainnya.

  • Polimer kondensasi

Polimer kondensasi adalah reaksi yang membentuk polimer dari monomer menjadi dua gugus fungsi. Contohnya, polipeptida.

3. Berdasarkan jumlah monomer

Berdasarkan jumlah monomernya, polimer terbagi ke dalam dua jenis, yakni homopolimer dan kopolimer.

  • Homopolimer

Homopolimer atau polimer liner merupakan polimer yang  terdiri dari monomer yang srupa atau sama. Contohnya, polivinil klorida merupakan polimer adisi yang mengandung monomer vinil klorida.

  • Kopolimer

Kopolimer merupakan jenis polimer yang satu rangkaian terdiri dari monomer yang berbeda. Contohnya, poli (etilena-vinil asetat) (PEVA) yang terbentuk dari monomer vinil asetat dan etilena.

4. Berdasarkan reaksi terhadap pemanasan

Di bawah ini jenis polimer berdasarkan reaksi terhadap pemanasan, yakni:

  • Termoplastik

Termoplastik merupakan polimer yang bila dipanaskan bisa melebur dan dapat berubah bentuk. Selain itu, bila dilebur ulang bisa kembali ke bentuk semula. Adapun proses produksinya dimulai dari pembentukan biji plastik yang dipanaskan dan diubah ke dalam berbagai bentuk produk.

Adapun contoh dari polimer termoplastik, seperti polipropilena, nilon, polietilena, polikarbonat, polivinil klorida, dan polisterena.

  • Termoset

Termoset merupakan polimer yang bila dipanaskan langsung menjadi akhir dan tidak bisa di kembali ke bentuk semula. Contoh dari termoset, yakni akrilik, epoksi, melamin, dan silikon.

Baca Juga: Polypropylene (PP): Pengertian, Karakteristik, Jenis, dan Manfaat

Contoh polimer dalam kehidupan sehari-hari

Berikut ini beberapa contoh barang yang menggunakan bahan polimer. Beberapa produk ini dapat Anda temukan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Karet sintetis

Karet sintetis merupakan jenis polimer yang banyak digunakan di industri otomotif, mulai dari ban, selang, sabuk, dan lainnya. Selain itu, karet ini juga digunakan untuk pembuatan pipa karet maupun pembungkus kabel.

2.  Polietilena (PE)

Polietilena (PE) merupakan polimer sintetis yang dihasilkan dari polimerisasi monomer etilena. Bahan plastik ini memiliki sifat yang fleksibel dan mudah dibentuk.

Hal inilah yang membuat plastik PE menjadi salah satu bahan plastik yang populer dan paling banyak diproduksi. Contoh pengaplikasiannya, seperti plastik produk makanan, kantong kresek, mainan, peralatan rumah tangga, dan sebagainya.

3. Polipropilena (PP)

Polipropilena (PP) merupakan jenis termoplastik yang dihasilkan dari polimerisasi monomer propilena. Keunggulan dari plastik PP cenderung lebih kaku dan kuat dibanding tipe plastik lainnya.

Plastik PP juga menjadi bahan plastik yang paling banyak digunakan di seluruh industri. Adapun penggunaan polipropilena, seperti botol plastik, karung plastik, tali, dan sebagainya.

4. Polivinil Klorida (PVC)

Polivinil Klorida (PVC) memiliki karakteristik yang tahan lama, mudah dirangkai, serta relatif lebih murah. Hal inilah yang membuat PVC sering digunakan sebagai bahan perpipaan, pakaian, atap, maupun insulasi kabel.

Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut atau memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai produk polimer sintetis berkualitas yang kami sediakan, jangan ragu untuk menghubungi kami. Kunjungi halaman “Contact Us” untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan konsultasi langsung dengan tim kami.