Apa fungsi anti static agent dan bagaimana penerapannya pada material plastik? Plastik merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun memiliki banyak keunggulan, salah satu masalah yang seringkali muncul adalah muatan listrik statis.

Pasalnya, muatan listrik statis ini dapat menyebabkan masalah lain, seperti mengganggu peralatan elektronik, menarik debu, kesulitan proses printing, hingga menyebabkan kebakaran. Untuk itu, anti-static agent digunakan saat pemrosesan plastik untuk mengatasi hal tersebut.

Simak informasi di bawah ini mengenai fungsi dan penerapan anti-static agent pada material plastik.

Fungsi dan Penerapan Anti-Static Agent

Apa Itu Anti-Static Agent?

Melansir dari berbagai sumber, anti-static agent dapat diartikan sebagai zat tambahan atau aditif plastik yang digunakan dalam pembuatan plastik. Zat ini digunakan untuk menghilangkan atau mengurangi muatan listrik statis yang terbentuk pada permukaan plastik. Muatan listrik statis muncul ketika plastik bergesekan dengan benda-benda lain, seperti kertas, kain, dan bahan lainnya. Tentu, munculnya muatan listrik statis dapat menyebabkan masalah lain, seperti gangguan terhadap peralatan elektronik hingga kebakaran.

Bagaimana Anti-Static Agent Bekerja

Anti-static agent umumnya bekerja dengan dua cara, yaitu menghantarkan muatan listrik dan meningkatkan konduktivitas permukaan plastik. Beberapa anti-static agent dirancang menjadi konduktor listrik, sehingga elektron pada plastik dapat bergerak dan tidak muncul muatan listrik statis saat plastik bergesekan dengan benda lain. Cara ini membuat elektron pada plastik menyebar rata dan tidak berada pada satu titik saja.

Lalu, dengan meningkatkan konduktivitas plastik, anti-static agent membuat muatan listrik statis bergerak cepat untuk disalurkan ke lingkungan sekitar, sehingga tidak muncul muatan listrik statis saat plastik bergesekan dengan benda lain.

Jeni-jenis Anti Static Agent

Berdasarkan pengaplikasiannya, anti-static agent dibagi menjadi dua jenis, yaitu internal dan eksternal. Perbedaannya terletak pada durasi aktif anti-static agent pada plastik.

  • Anti-Static Agent Internal

Pada jenis internal, zat anti-static agent ditambahkan saat plastik dalam proses pembuatan. Setelah lewat 24-48 jam, zat ini akan bermigrasi ke permukaan plastik untuk membentuk lapisan higroskopik yang berfungsi untuk melepaskan muatan listrik statis. Durasi aktif anti-static agent pada jenis ini cukup lama, yaitu lebih dari setahun.

  • Anti-Static Agent Eksternal

Pada jenis eksternal, setelah plastik selesai diproses, zat anti-static agent ditambahkan pada permukaan plastik dengan cara disemprotkan atau plastik yang direndam ke dalam zat. Durasi aktif anti-static agent pada jenis ini cukup singkat, yaitu sekitar 6 minggu.

Pertimbangan Saat Memilih Anti-Static Agent

Di sisi lain, Anda harus mempertimbangkan beberapa hal saat memilih anti-static agent. Pasalnya, bahan yang Anda pilih dapat mempengaruhi kinerjanya. Untuk itu, perhatikan kelembapan, suhu persiapan polimer/plastik, dan suhu proses end-use.

Selain itu, perlu Anda ketahui bahwa anti-static agent juga mempengaruhi sifat plastik, seperti ketahanan plastik yang menurun dan sebagainya. Dengan demikian, perhatikan juga keseimbangan antara menghilangkan muatan listrik statis dengan sifat plastik.

Baca Juga: Bahan Aditif Plastik: Pengertian, Jenis, dan Keuntungannya


Temukan Biji Plastik Terlengkap Hanya di Bumi Baru Plastik

Itulah fungsi serta penerapan anti-static agent pada plastik yang perlu Anda ketahui. Pahamilah bahwa anti-static agent juga mempengaruhi sifat plastik, sehingga perhatikan keseimbangan penggunaan zat tersebut dengan sifat plastik agar kualitas plastik tetap terjaga.

Jika Anda sedang mencari biji plastik terlengkap dan terbaik, beli saja di sini! Bumi Baru Plastik menyediakan berbagai macam biji plastik dengan bahan dan warna yang beragam. Anda dapat memilihnya sesuai dengan kebutuhan. Untuk informasi lebih lengkap, hubungi kami di sini.